Tampilkan postingan dengan label Sosial dan Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial dan Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2019

Pengertian Dan Jenis Konflik

Pengertian Dan Jenis Konflik - Setiap individu mungkin pernah memiliki konflik di dalam hidupnya. Pengertian dari konflik menurut sosiologi itu sendiri adalah suatu proses sosial dua individu atau lebih, atau bisa juga dua kelompok sosial atau lebih yang saling sama-sama saling berusaha untuk menyingkirkan pihak lainnya agar tujuannya tercapai yang disertai dengan ancaman, perlawanan, dan bahkan kekerasan. 



Konflik berasal dari bahasa Inggris yaitu “Conflict” yang memiliki arti perselisihan atau pertentangan. Konflik merupakan suatu proses interaksi sosial disosiatif yang akan terjadi ketika ada beberapa pihak yang ingin mencapai tujuannya dalam waktu yang bersamaan. 

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli 

Selain pengertian konflik diatas, beberapa ahli juga mendefinisikan konflik, yaitu : 

1. Taquiri dan David 

Konflik merupakan sebuah warisan dari adanya kehidupan sosial yang terjadi di berbagai keadaan sebagai akibat dari adanya kontroversi, ketidaksetujuan, pertentangan yang terjadi diantara keduabelah pihak atau lebih secara terus-menerus. 

2. Lewis A. Coser 

Konflik adalah suatu tuntutan atau perjuangan nilai-nilai atas status dan merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri yang akan terus ada, sehingga dimana ada masyarakat maka disitulah ada konflik. 

3. Soerjono Soekanto 

Konflik adalah suatu pertentangan yang terjadi diantara dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuannya, salah satunya dengan cara menentang si pihak lawan. 

4. Robbins 

Konflik merupakan suatu proses sosial yang ada di dalam masyarakat yang terjadi anatara pihak yang berbeda kepentingan dengan saling memberikan dampak negatif, yang berarti pihak-pihak tersebut sama-sama saling memberikan perlawanan. 

5. Alabaness 

Konflik adalah keadaan dimana masyarakat mengalami rusaknya keteraturan sosial. Hal ini dimulai dengan adanya individu atau suatu kelompok yang tidak sependapat dengan pendapat pihak yang lainnya, sehingga mendorong terjadinya perubahan pada perilaku, sikap, dan juga tindakan karena ketidaksetujuannya tersebut.

Jenis-jenis Konflik 

Setelah kita mengetahui apa itu konflik, maka kita akan mengetahui juga jenis konflik, yaitu : 

1. Konflik Individu 

Konflik yang terjadi antara individu dengan kelompok masyarakat atau individu dengan individu. Biasanya terjadi di dalam suatu pertemanan, keluarga, dan dunia kerja. 

2. Konflik Rasial 

Konflik ini bisa terjadi ketika ada ras yang merasa lebih unggul dibandingkan ras lainnya. 

3. Konflik Agama 

Konflik agama terjadi pada suatu kelompok yang memiliki agama atau keyakinan yang berbeda. 

4. Konflik Antar Kelas Sosial 

Didalam masyarakat ada beberapa kelas sosial, hal ini bisa menimbulkan sebuah konflik. 

5. Konflik Politik 

Adanya pandangan dalam berpolitik juga bisa memicu terjadinya konflik. 

6. Konflik Sosial 

Sedangkan konflik sosial adalah suatu konflik yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, contohnya masalah ekonomi, masalah pergaulan, dan lain sebagainya. 

7. Konflik Internasional 

Konflik yang terjadi antara negara, baik negara miskin, berkembang, ataupun negara maju.

Rabu, 31 Juli 2019

Definisi Modal Sosial Menurut Para Ahli

Definisi Modal Sosial Menurut Para Ahli - Pengertian Modal sosial adalah suatu sumber daya yang masyarakat miliki dalam bentuk nilai-nilai atau norma-norma yang dapat memfasilitasi dan bersifat membangun kerja sama dengan melalui interaksi yang kondusif dan juga harmonis. 



Modal sosial ini sangat penting untuk masyarakat karena bisa memberikan kekuatan atau daya dalam beberapa kondisi social di masyarakat. 

Menurut Para Ahli 

Setelah kita mengetahui secara singkat apa itu modal social, sekarang kita akan mengetahui definisi modal social menurut para ahli.
  • Menurut Coleman (1999) : modal sosial adalah suatu kemampuan yang ada di masyarakat (kelompok atau organisasi) untuk bekerja sama demi tercapainya suatu tujuan bersama. 
  • Menurut Burt (1992) : Modal sosial adalah kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat untuk berhubungan antara satu dengan yang lainnya, yang pada akhirnya akan menjadi kekuatan penting baik untuk ekonomi atau aspek sosial lainnya. 
  • Menurut Prusak L (Field, 2010 : 26) : Modal sosial adalah hubungan yang didasari dengan adanya kepercayaan, saling pengertian, dan juga nilai-nilai bersama. Ketiga komponen tersebut akan mengikat anggota-anggota kelompok untuik membuat aksi bersama dengan efisien dan juga efektif. 
  • Menurut Hasbullah (2006) : Modal sosial merupakan sumber daya virtual atau aktual yang berkembang baik pada kelompok individu atau individu itu sendiri yang memiliki kemampuan untuk memiliki suatu jaringan yang bisa bertahan lama berdasarkan pengetahuan. 
  • Menurut Partha dan Ismail (2009) : Modal sosial adalah hubungan-hubungan dan juga norma-norma yang tercipta dan membentuk kualitas juga kuantitas hubungan sosial pada masyarakat dalam cakupan yang luas. Yaitu sebagai perekat agar anggota kelompok tetap bersatu. 
  • Ife dan Tesoriero (2008 : 35) : Modal sosial adalah suatu perekat yang dapat menyatukan hubungan-hubungan antar manusia, menyatukan masyarakat, seseorang yang melakukan sesuatu bersama sesamanya karena adanya suatu hubungan sosial, komunitas atau kelompok, timbal balik, dan solidaritas sosial. 
  • Putnam dalam Syahyuti (2008 : 33) : Ia menyatakan bahwa modal sosial yaitu kepercayaan, jaringan, dan civil society adalah sesuatu yang lahir dari adanya modal sosial, dan bukan dari modal sosial itu sendiri.

Rabu, 02 Januari 2019

Pengertian Norma Sosial Serta Hal Lainnya Terkait

Pengertian Norma Sosial Serta Hal Lainnya Terkait - Pengertian norma sosial adalah sekumpulan ukuran yang digunakan sebagai patokan dan keyakinan atau anggapan yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat tertentu. 


Sekumpulan keyakinan yang ada adalah dianut oleh banyak orang di dalam sebuah komunitas yang di dalamnya berisikan apa – apa yang dianggap benar atau salah dan apa – apa saja yang bagus / pantas untuk dilakukan serta yang kurang pantas untuk dilakukan dalam menjalani kehidupan sehari – hari. 

Bentuk – Bentuk Norma Sosial 

Terdapat beberapa bentuk nilai / norma sosial yang dijelaskan oleh ahli masing – masing antara lain : 

1. Menurut Prof. DR. Notonegoro yang menjelaskan dan membagi bentuk – bentuk dari nilai / norma sosial ada 3 macam yaitu sebagai berikut : 

Nilai – nilai material adalah sebuah keyakinan atau pendapat dan anggapan yang bermanfaat untuk pemenuhan unsur – unsur fisik serta jasmani terhadap masyarakat di dalamnya. 

Nilai – nilai vital adalah semua keyakinan yang mampu berkembang dan bermanfaat untuk menjalankan segala macam kegiatan sehari – hari. 

Nilai kerohanian adalah sekumpulan keyakinan yang berkembang di dalam masyarakat tertentu tentang apa – apa saja yang bermanfaat bagi kepuasan bathin manusia. Nilai – nilai kerohanian dibagi – bagi lagi menjadi 4 macam yaitu nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai moral dan nilai religius. 

2. Menurut C. Kluckhon menambahkan tentang bentuk dari nilai – nilai / norma sosial yang lain adalah berupa : 

Nilai – nilai kebudayaan adalah mencakup nilai tentang hakikat kehidupan manusia, karya manusia, kedudukan manusia di dalam ruang dan waktu, hakikat sebuah hubungan antara manusia dengan manusia, dan hakikat tentang hubungan antara manusia dengan alam. 

3. Menurut Walter G. Evereet, membagi nilai – nilai / norma sosial menjadi 5 bagian yaitu : 

Nilai – nilai ekonomi adalah sebuah nilai sosial yang erat hubungannya dengan harga pasar yang dijadikan sebagai landasan ekonomi terhadap sebuah masyarakat sebagai tolak ukurnya. 

Nilai – nilai rekreasi adalah nilai – nilai tentang kesejahteraan hidup dan bermasyarakat serta memberikan kesegaran terhadap kondisi jasmani dan rohani. 

Nilai – nilai perserikatan adalah nilai – nilai sosial tentang segala bentuk kelompok yang ada di dalam masyarakat dimulai dari tingkat keluarga, hingga tingkatan yang lebih luas. 

Nilai – nilai jasmani adalah nilai – nilai sosial yang erat hubungannya dengan sebuah kondisi jasmani terhadap kondisi dari warga masyarakat tertentu. 

Nilai – nilai watak adalah nilai – nilai yang menyangkut tentang keadilan, kesediaan untuk menolong, menyukai kebenaran dan lain sebagainya. 

Ciri – Ciri Norma Sosial 
  • Merupakan hasil dari kesepakatan masyarakat. 
  • Bersifat tak tertulis. 
  • Adanya sekelompok warga masyarakat sebagai pendukung dan pelaksana guna melakukan dan sebagai pelaksana yang taat. 
  • Akan dikenakan sanksi – sanksi tegas yang wajib diterima apabila melanggar norma yang berlaku. 
  • Adanya norma – norma sosial yang mengalami perubahan sesuai dengan perubahan – perubahan di dalam kehidupan para penganutnya. 
Macam – Macam Norma Sosial 
  • Mmenurut resmi atau tidak, norma – norma sosial dibedakan menjadi dua yaitu norma resmi / formal dan norma tak resmi / non formal. 
  • Menurut kekuatan sanksinya maka norma sosial dibedakan menjadi enam bagian yaitu : norma hukum, norma agama, norma kesopanan, norma kelaziman, norma kesusilaan dan norma mode.
Fungsi – Fungsi Norma Sosial 
  • Sebagai media untuk mengatur segala macam tindakan dan perbuatan di dalam bermasyarakat. 
  • Sebagai alat guna menertibkan kehidupan sosial. 
  • Sebagai alat untuk mengontrol tentang perilaku sosial di dalam masyarakat. 
  • Sebagai media dalam mencari pembenaran untuk bertindak dan berperilaku. 
Demikian kami menjelaskan tentang pengertian norma sosial serta hal lainnya terkait, semoga bermanfaat !

Jumat, 14 Desember 2018

Budaya Politik : Pengertian, Ciri Dan Contoh Budaya Politik

Budaya Politik : Pengertian, Ciri Dan Contoh Budaya Politik - Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan Budaya Politik

Pengertian Budaya Politik adalah sebuah pola dan perilaku tentang sekelompok masyarakat yang memiliki orientasi terhadap objek berupa kehidupan berpolitik baik itu terhadap penyelenggaraan dari administrasi negara, politik pemerintah, hukum dan adat istiadat serta norma – norma kebiasaan yang wajib dihayati oleh masing – masing individu di dalam kehidupan bermasyarakat sehari – hari. 

Ciri – Ciri Budaya Politik 

Budaya Politik dalam sebuah negara bisa dikenali dengan cara memperhatikan kondisi karakteristiknya. Secara umum, Budaya Politik memiliki ciri – ciri sebagai berikut : 
  1. Memiliki masing – masing unsur tentang bagaimana cara pengaturan kekuasaan pada masing – masing pemerintahan, baik itu di pemerintahan pusat maupun pada daerah – daerah. 
  2. Melalui proses pembuatan aturan / kebijakan oleh pemerintah setempat. 
  3. Mengatur dan membahas tentang pola dan perilaku dari sekelompok / para pejabat dengan aparat pemerintah di dalam sebuah negara. 
  4. Membahas tentang beberapa partai politik beserta segala macam aktivitas pada masyarakat di dalamnya. 
  5. Kadang – kadang disertai gejolak di dalam suatu masyarakat dalam upaya menyikapi aturan atau kebijakan terhadap kekuasaan pemerintah. 
  6. Terhubung dengan masalah ‘legitimasi’, maka di dalamnya terdapat ‘political culture’. 
Budaya Politik Yang Berkembang Di Indonesia 

Saat ini masyarakat di Indonesia sudah mulai menjalankan budaya politik berdasarkan atas budaya lokal di dalam kehidupan bermasyarakat atau bernegara, tercermin pada kehidupan mereka sehari – hari. Politik budaya telah berkembang cukup menarik pada kota – kota metropolitan di Indonesia hingga ke desa – desa sudah membaur antara ‘parokial’, ‘kaula’ dan ‘partisipan’. 

Budaya Politik yang berkembang di Indonesia tersebut dapat dijadikan sebagai sebuah contoh dimana contoh lainnya yang lebih nyata adalah sebagai berikut : 
  1. Turut serta dalam kegiatan PEMILU bagi warna negara Indonesia yang sudah memenuhi syarat. 
  2. Mengikuti beberapa kegiatan terkait dengan Budaya Politik atau termasuk unjuk rasa secara damai dan tertib. 
  3. Turut serta dalam forum – forum masyarakat guna menyampaikan pendapat atau ‘aspirasi’. 
Nah demikianlah ulasan singkat dari kami mengenai Budaya Politik : pengertian, ciri dan contoh Budaya Politik, semoga bermanfaat !

Jumat, 09 November 2018

Pengertian, Pengaruh dan Dampak Etnosentrisme

Pengertian, Pengaruh dan Dampak Etnosentrisme - Pada suatu sistem kehidupan sosial masyarakat terdapat tradisi yang melekat kuat di dalamnya. Tradisi atau kebiasaan tersebut memiliki dampak positif dan negatif dalam sistem sosial yang berlaku. 


Hal ini dipengaruhi oleh banyak aspek seperti loyalitas kelompok, standar hidup, juga komunikasi dalam suatu masyarakat, dan lain sebagainya. Salah satu pengaruh yang muncul dari adanya sistem sosial kuat dalam suatu masyarakat adalah Pengertian etnosentrisme. Entosentrisme lebih mengarah pada sudut pandang individu dalam menyikapi keberadaan kelompok lain. 

Etnosentrisme mengarah pada persepsi dalam melihat budaya dalam kelompok lain dengan nilai atau standar dari budaya yang dimiliki sendiri. Aspek-aspek yang biasanya menjadi tolok ukur penilaian tersebut meliputi bahasa, kepribadian, kebiasaan, dan agama. 

Berbagai perbedaan tersebut juga dilatarbelakangi oleh banyak hal yang dimiliki dan menjadi ciri suatu kelompok. Namun pada dasarnya, etnosentrisme lebih dikaitkan dengan fanatisme. Keduanya sama-sama menganggap kebudayaan yang dimilikinya lebih baik dari yang lainnya. 

Di sisi lain, etnosentrisme dijelaskan merupakan suatu hal yang terkadang tampak dan tidak tampak dalam masyarakat. Namun, hal ini dianggap wajar dimiliki oleh individu dalam suatu kelompok masyarakat. Alasannya karena hal ini berkaitan dengan psikologi dan kecenderungan alamiah yang dimiliki manusia untuk menganggap lebih unggul sesuatu yang dimilikinya. 

Etnosentrisme dipengaruhi oleh berbagai hal yang muncul di dalam persepsi individu pada suatu masyarakat. Beberapa hal yang mempengaruhi munculnya etnosentrisme seperti prasangka sosial, stereotip atau keyakinan karena pengetahuan dan pengalaman, serta jarak sosial yang menunjukkan tingkat penerimaan suatu masyarakat pada budaya lain. 

Keberadaan etnosentrisme memberikan dampak yang berbeda pada masyarakat. Sisi positifnya, keberadaan etnosentrisme mampu menjaga totalitas keutuhan budaya dalam masyarakat. Selain itu, adanya etnosentrisme akan memperkuat kesetiaan dan rasa cinta pada kebudayaan yang dimilikinya. 

Dampak negatifnya, etnosentrime dapat menimbulkan konflik yang dimunculkan akibat sikap fanatisme. Konflik yang muncul akibat persepsi sulit menemukan titik temu untuk mencapai perdamaian. Selain itu, proses asimilasi dan integrasi dalam masyarakat juga dapat mengalami hambatan dalam pengembangannya. 

Baca Juga :
Hal ini disebabkan sulitnya penyatuan gagasan dan ide dalam kelompok masyarakat yang berbeda latar belakangnya. Kemudian, objektivitas ilmu pengetahuan dalam berbagai penelitian juga akan terhambat dengan adanya etnosentrisme.