Senin, 25 Maret 2019

Pengertian dan Definisi Motivasi

Pengertian dan Definisi Motivasi - Pernahkah kalian merasa tidak memiliki semangat dalam menjalankan aktivitas pada satu hari tertentu? seperti halnya cenderung merasa malas dalam berangkat ke tempat kerja, atau tidak bersemangat dalam mengikuti latihan olahraga tertentu? 



Hal ini mungkin dikarenakan kurangnya motivasi yang ada dalam diri kita. Secara umum, motivasi dapat diartikan sebagai suatu tujuan atau pendorong yang mana hal ini dibutuhkan sebagai daya penggerak utama seorang individu melakukan suatu hal dalam upayanya mendapatkan atau mencapai apa yang dia inginkan baik dapat secara positif maupun negatif. 

Motivasi mampu memunculkan adanya suatu perasaan atau emosi yang mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan karena adanya kebutuhan, keinginan dan tujuan. 

Duncan, seorang ahli administrasi dalam bukunya Organizational Behaviour, mengemukakan bahwa di dalam konsep manajemen, motivasi berarti setiap usaha yang disadari untuk mempengaruhi perilaku seseorang agar meningkatkan kemampuannya secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi. Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu: 

1. Kebutuhan 
2. Dorongan 
3. Tujuan 

pengertian motivasi pada mulanya akan selalu berdasarkan pada kebutuhan seseorang akan sesuatu. Kebutuhan akan sesuatu itu akhirnya mendorong dia untuk melakukan suatu kegiatan usaha. Dalam pelaksanaan kegiatan, tentunya akan selalu berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai oleh individu tersebut. 

Sebagai contoh seorang siswa yang mendapatkan nilai 4 dalam pelajaran Matematika merasa sangat perlu meningkatkan nilai tersebut agar dapat dinyatakan lulus pada mata pelajaran itu. 

Kemudian siswa tersebut bertekad untuk belajar yang giat dengan banyak membaca, bertanya dan latihan soal. Setelah melewati proses belajar akhirnya pada semester berikutnya siswa tersebut dapat mencapai angka 9 untuk pelajaran Matematika yang berarti dia dinyatakan lulus. 

Kesenjangan antara kenyataan nilai 4 dan harapan lulus dalam mata pelajaran Matematika merupakan kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh siswa tersebut. 

Usaha dia dengan giat belajar merupakan dorongan yang timbul dalam diri untuk memenuhi kebutuhan. Dorongan merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pencapaian tujuan. Bahkan bisa dikatakan bahwa dorongan adalah kunci dari motivasi. 

Semakin kuat dorongan untuk memenuhi kebutuhan, maka akan semakin mudah kebutuhan itu terpenuhi. 

Hal ini berlaku sebaiknya, jika dorongan untuk memenuhi kebutuhan kurang kuat maka upaya untuk memenuhi kebutuhan akan tersendat yang berakibat pada sulitnya merealisasikan kebutuhan. Kesuksesan siswa itu dalam mata pelajaran Matermatika merupakan tujuan, dan tujuan selalu menjadi hal yang ingin dicapai dari motivasi.

Minggu, 24 Maret 2019

Pengertian UPS

Pengertian UPS - UPS merupakan singkatan dari Uninterruptible Power Supplies atau bisa juga dikenal dengan Uninterruptible Power Source. UPS merupakan perangkat elektronik yang dapat menyediakan cadangan listrik sementara apabila arus listrik utama terputus. 



Dengan menggunakan UPS, alat elektronik, terutama yang sensitif terhadap kestabilan arus listrik dan tegangan listrik, dapat lebih terlindungi apabila daya terputus mendadak. 

UPS memiliki 3 fungsi utama, yaitu sebagai alat untuk menstabilkan tegangan arus listrik, memberikan cadangan listrik sementara, dan sebagai alat bantu backup data. 

UPS terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu standby UPS, line-interactive UPS, on-line UPS, dan delta conversion online UPS. UPS standby atau UPS off-line merupakan jenis UPS yang paling banyak digunakan dalam rumah.

UPS standby bekerja dengan cara mengisi daya secara langsung dalam sumber listrik dan menyimpan daya tersebut ke dalam baterai penyimpan listrik cadangan. Listrik pada baterai cadangan tersebut akan digunakan pada saat listrik putus. 

Saat mendeteksi tegangan yang tidak stabil, UPS ini akan menyalakan sirkuit inverter DC-AC internal yang didukung dari baterai tersebut. 

UPS sistem line-interactive bekerja dengan cara mempertahankan jalur inverter dan mengalihkan arus DC baterai dari mode charging ke mode supplying saat daya dari sumber utama terputus. 

UPS ini memiliki autotransformer untuk mengubah mode UPS dari mode charging ke mode supplying dengan mendeteksi kestabilan tegangan listrik. 

UPS ini memiliki keunggulan yaitu reabilitas dan efisiensi tinggi dan penyesuaian voltase yang baik. Meskipun begitu, UPS ini tidak cocok untuk penggunaan diatas 5kVA. 

Jenis berikutnya adalah UPS sistem on-line. UPS ini bekerja dengan menggunakan metode “double conversion”. Metode tersebut bermaksud untuk mengubah arus listrik dari AC, melanjutkannya ke baterai internal, barulah mengubahnya kembali menjadi daya 120V/240V. 

Hal ini bertujuan untuk melindungi komputer. UPS double coversion on-line ini dapat menyesuaikan voltase dengan baik dan dapat dengan mudah disambungkan secara paralel. Sayangnya, UPS ini kurang efisien, relatif mahal, dan tidak dapat digunakan untuk daya dibawah 5kVA. 

Jenis terakhir adalah UPS delta conversion online, yaitu UPS “double conversion” yang diperbaharui dengan daya 5kVA hingga 1.6 MW. UPS ini memiliki penyesuaian voltase yang baik dan memiliki efisiensi yang tinggi, sehingga dapat memperpanjang daur hidup perangkat pada sistem yang besar. Namun, UPS jenis ini kurang cocok digunakan untuk penggunaan dibawah 5kVA.

Jumat, 22 Maret 2019

Pengertian dan Fungsi Inti Sel (Nukleus)

Pengertian dan Fungsi Inti Sel (Nukleus) - Inti sel (nukleus) merupakan organel yang terdapat di dalam sel eukariotik. Inti sel mengandung materi genetik seperti DNA, kromosom dan berbagai jenis protein. 


Umumnya, sel hanya memiliki satu sel inti (nukleus) saja kecuali sel otot jantung dan sel parenkim hati. Di samping itu, beberapa sel seperti sel trombosit dan sel eritrosit tidak memiliki inti sel (nukleus) sama sekali. 

Inti sel (nukleus) memiliki tiga bagian utama, diantaranya: 

1. Membran Inti 

Membran inti berperan sebagai pengatur proses pertukaran antara zat di dalam dan di luar inti sel. Membran inti menjadi pemisah antara inti sel dengan sitoplasma sel. Membran inti memiliki tiga lapisan yaitu membran luar, ruang perinuklear, dan membran dalam. Tak hanya itu, membran inti juga memiliki pori nukleus yang berfungsi sebagai pintu masuk keluarnya RNA dan protein. 

2. Nukleoplasma 

Nukleoplasma memiliki beberapa komponen penting seperti benang kromatin, granula, nukleoprotein, dan senyawa kimia kompleks. Nukleoplasma berbentuk cairan transparan dan kental yang memiliki fungsi hampir sama dengan sitoplasma. 

3. Nukleolus (Anak Inti) 

Nukleolus tersusun atas fosfoprotein, orthosfat, DNA, dan beberapa jenis enzim. Nukleolus berfungsi mensintesis rRNA dan membuat ribosom. Berbeda dengan bagian lainnya, nukleolus tidak memiliki struktur yang tetap. Setelah tugasnya selesai, nukleolus dapat menghilang atau mengecil. 

Nukleus memiliki fungsi utama untuk menduplikasi DNA dan mengontrol ekspresi gen di dalam sel. Nukleus pada hewan dan tumbuhan memiliki fungsi yang hampir sama karena keduanya termasuk sel eukarotik. Berikut fungsi nukleus secara lebih terperinci: 

1. Pengolah Pra-mRNA 

Transkrip primer mengalami modifikasi pasca-transkripsi di dalam nukleus sebelum diekspor ke sitoplasma. Modifikasi pasca-transkripsi melibatkan berbagai proses biologis yang sangat diperlukan sebelum memulai penerjemahan. Selanjutnya, pra-mRNA dihubungkan ke partikel heterogen ribonucleoprotein (berbagai macam protein pada kompleks). 

2. Pengelompokkan dalam Sel 

Untuk mengontrol kinerja membran inti, diperlukan selubung nuklir yang berfungsi sebagai kompartementalisasi sel. Isi inti harus dipisahkan dari sitoplasma untuk mempertahankan identitas inti. Sel akan memisahkan beberapa faktor transkripsi dan protein yang mempunyai tanggung jawab dalam mengatur ekspresi gen dari akses ke DNA hingga diaktifkan. Selain itu, lapisan inti juga akan memisahkan proses inti dari proses sitoplasma dan mencegah terjemahan mRNA yang tak tersambung (unspliced) sebagai hasil dari proses penyambungan mRNA. 

3. Ekspresi Gen 

Ekpresi gen yang terjadi di nukleus dilakukan melalui transkripsi DNA. Berbagai macam protein yang terdapat di nukleus ikut terlibat dalam mensintesis molekul RNA tumbuh, pembalikan DNA, super melingkar DNA, dan berakhir pada proses transkripsi sebenarnya. Protein lain yang membantu proses transkripsi diantaranya topoisomerase, helikase, RNA pol, dan faktor transkripsi. 

4. Media Penyimpanan Informasi Genetik 

Nukleus memiliki membran inti yang berfungsi mempertahankan DNA. Rangkaian DNA terdiri dari gen-gen yang mewakili tiap spesies sehingga rangkainannya sangat rumit. 

5. Tempat Replikasi dan Transkripsi DNA 

Replikasi DNA dilakukan pada fase G1 (selama siklus sel) di dalam nukleus. Setelah itu, sel akan mengalami proses mitosis. Nukleus juga berfungsi sebagai tempat terjadinya penerjemahan kode-kode yang terdapat pada rantai DNA menjadi RNA muda atau RNA primer. Fungsi tersebut juga fungsi transkripsi DNA. Proses tersebut merupakan rangkaian ekspresi genetik. 

6. Pengatur Siklus Sel 

Semua jenis sel secara umum memiliki fungsi siklus sel sejak menentukan kapan sel tidak perlu membelah, kapan sel harus membelah, hingga kapan sel hanya perlu membersar saja. 

7. Mengendalikan Metabolisme Selular 

Setiap gen yang dihasilkan melalui cetakan DNA akan menjadi protein. Protein tersebut selanjutnya akan berubah menjadi enzim yang memiliki peran dalam metabolisme individu (multiselular) atau metabolisme sel.

Rabu, 20 Maret 2019

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Tebu

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Tebu - Selamat sore semuanya , kali ini kita aan membahas bagaimana cara pengendalian hama pada tanaman tebu beserta penyakit yang biasanya menyerang tanaman tersebut , kita tau setiap kita berkebun selalu ada kemungkinan hasil panen berkurang atau mungkin gagal panen , yang disebabkan oleh hama maupun penyakit yang menyerang seperti tanaman tebu , lalu apa saja hama tebu? Berikut ulasannya. 



Hama dan cara pengendaliannya 

1. Penggerek Pucuk dan Batang 

Hama yang satu ini biasanya menyerang tanaman tebu yang baru berumur 3 sampai 5 bulan , untuk cara pengendaliannya bisa dilakukan dengan memanfaatkan musuh alaminya yaitu lalat jatiroto dan Tricogramma sp. 

2. Uret Tanah 

Pada umumya uret tanah yang biasanya menyerang tanaman tebu adalah lepidiodata stigma , psilopholis sp , pachnessa nicobarica dan leuchopolis . ukuran dari hama ini berkisar antara 3 sampai 4 cm dengan bentuk yang hampir menyerupai huruf C berwarna coklat agak kekuning – kuningan atau putih. 

Hama uret tanah biasanya menyerang tanaman tebu yang dibudidayakan pada tanah yang kering dengan tipe tanah ringan berpasir , adapun cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan biologi , kimiawi dan mekanik , secara biologi yaitu dengan memanfaat kan musuh alami dari uret tanah yaitu serangga parasit seperti campsomeris sp serta berbagai jenis burung. Pengendalian kimiawi yaitu dengan menggunakan peptisida seperti CR-Chlorpyrifos .Sedangkan secara mekanik bisa dilakukan dengan cara mengumpulan uret tanah beserta kumbangnya untuk dimusnahkan. 

3. Tikus 

Hama yang satu ini kerap kali menyerang tanaman tebu yang ditanam , pengendaliannya bisa dilakukan dengan memanfaatkan musum alaminya seperti , kucing , anjing dan lain sebagainya. 

Penyakit Tanaman Tebu 

1. Dongkelan 

Marasnius sacchari merupakan jamur yang menyebabkan penyakit dongkelan , secara umum apabila penyakit ini menginfeksi tanaman tebu ditandai dengan tanaman tebu yang sakit secara tiba –tiba , daun yang mongering dari bagian luar hingga dalam , pengendaliannya dapat dilakukan dengan melakuka penjemuran dan mengeringkan lahan , selain itu juga dapat menebarkan Natural GLIO pada awal penanaman. 

2. Fussarium Pohkahbung 

Penyakit ini disebabkan oleh jamur gibberella moniliformis tanaman tebu yang terinfeksi penyakit ini ditandai dengan daun yang tidak sempurna , daun klorosis pertumbuhannya menjadi terhambat , cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan Natural GLIO. 

3. Penyakit Nanas 

Disebut penyakit nanas karena bagian yang terinfeksi bau seperti nanas , penyakit ini disebabkan oleh jamur Ceratoytis paradoxa dan biasanya menyerang bibit tebu yang sudah di potong ,pengendaliannya dapat dilakukan dengan merendam bibit tebu menggunakan POC NASA atau juga bisa menggunakan Natural GLIO. 

Nah itu saja untuk pembahasan kali ini semoga bisa bermanfaat sekian saja jangan lupa share , terimakasih.

Selasa, 19 Maret 2019

PENGERTIAN DAN CONTOH PARADIGMA

PENGERTIAN DAN CONTOH PARADIGMA - Istilah paradigma tidak asing lagi kita dengar dalam dunia sains dan filosofi yang digunakan saat mencirikan suatu fenomena. 



Paradigma secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata “para” yang berarti di sebelah atau di samping serta kata “diegma” yang berarti teladan, ideal, model, atau arketif. 

Sementara itu, secara terminologis paradigma berarti perspektif umum berupa cara-cara untuk menjabarkan berbagai macam permasalahan dunia nyata yang kompleks. 

Istilah paradigma muncul pada tahun 1448 yang diperkenalkan oleh Thomas Khun melalui buku The Structure of Scientific Revolution. Paradigma yang maknanya sendiri terdiri dari peleburan bahasa latin ini pertama kali muncul di Inggris. Secara singkat, paradigma adalah suatu pola pikir atau teknis penyelesaian masalah yang dilakukan oleh manusia. 

Pertama kali istilah ini muncul Thomas Khun hanya menjelaskan paradigma sebagai terminologi kunci dalam model perkembangan ilmu pengetahuan. Berkaitan dengan hal tersebut, teori paradigma berfungsi untuk memberikan arah serta tujuan umum terhadap penelitian. Kemudian seiring berjalannya waktu, paradigma dijelaskan lebih rinci oleh para ahli. Berikut ini adalah pengertian paradigma menurut beberapa ahli : 

● Thomas Khun 

Paradigma merupakan konsep dasar atau landasan pikiran para ilmuwan dalam melakukan studinya. 

● Robert Friedrichs 

Paradigma adalah sekumpulan nilai yang membentuk suatu pola pikir pada seseorang, sehingga dapat menuntun orang tersebut untuk menangani realita. 

● Guba 

Paradigma adalah suatu keyakinan-keyakinan dasar yang dapat membimbing atau menuntut manusia dalam bertindak. 

● C.J. Ritzer 

Paradigma merupakan acuan dasar para ilmuwan untuk dapat dijadikan inti permasalahan dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan. 

● Robert Cohenn 

Paradigma merupakan acuan atau inti filosofis yang digunakan untuk pelaksanaan suatu motif atau tujuan. 

Dirangkum dari beberapa pendapat beberapa ahli diatas, paradigma berkaitan erat dengan prinsip-prinsip dasar yang menentukan berbagai macam pandangan manusia terhadap dunia. Paradigma biasanya meliputi tiga elemen utama, yaitu metodologi, epistemologi, dan ontologi. Tiga elemen ini digunakan untuk mendapatkan berbagai macam pengetahuan mengenai dunia serta berbagai macam fenomena yang terjadi di dalamnya. Dibawah ini merupakan contoh dari teori paradigma : 
  • Model geosentris Ptolemy tentang alam semesta (dengan bumi sebagai pusat) 
  • Astronomi heliosentris Copernicus (dengan matahari di tengah) 
  • Fisika Aristoteles 
  • Mekanika Galileo 
  • Teori abad pertengahan dari empat “humor” dalam kedokteran 
  • Teori gravitasi Newton 
  • Teori atom Dalton 
  • Teori evolusi Darwin 
  • Teori relativitas Einstein 
  • Mekanika kuantum 
  • Teori lempeng tektonik dalam geologi 
  • Teori kuman dalam kedokteran 
  • Teori gen dalam biologi 
Setelah mengetahui berbagai macam teori dari paradigma, selanjutnya kita akan membahas mengenai berbagai contoh paradigma, yaitu : 

● Paradigma rekonstruksi teori 

Paradigma ini menggunakan suatu teori atau metode yang telah ada ke dalam penelitian baru, namun teori atau metode tersebut harus tetap bersifat relevan. 

● Paradigma piramida 

Paradigma ini mempunyai metode atau konsep yang bertahap dengan banyak jenis mulai dari piramida terbalik, berlapis, hingga ganda. 

● Paradigma kualitatif 

Paradigma ini digunakan untuk mencari gambaran teori sosial melalui metode induktif, biasanya digunakan dalam penulisan skripsi metode kualitatif. 

● Paradigma siklus empiris 

Paradigma ini berbentuk suatu siklus yang berfungsi untuk menjelaskan suatu fenomena ilmiah. 

● Paradigma deduksi-induksi 

Paradigma ini berfokus pada metode kualitatif (deduksi) dan kuantitatif (induksi) dari pengumpulan data hingga kesimpulan. 

Cara Budidaya Tanaman Hias Tulip

Cara Budidaya Tanaman Hias Tulip - Masih seputar bunga tulip nih, kali ini kita akan menjelaskan cara untuk membudidayakan tanaman bunga tulip terutama di daerah tropis seperti di indonesia ini loh. Buat kalian yang kagum dengan keindahan tulip dan ingin menanamnya di rumah wajib baca sampai habis artikel ini ya. Tanaman tulip membutuhkan suhu dibawah 16 derajat, terus gimana dong? 



Nah berikut ini tahapan-tahapan dalam Budidaya tanaman hias tulip, simak ulasannya dibawah ini. 

BAHAN-BAHAN DALAM BUDIDAYA BUNGA TULIP 

Yang anda butuhkan dalam membudidayakan tanaman hias tulip untuk di Indonesia sebagai berikut: 
  • Green House dilengkapi Air Conditioner. 
  • Kulkas. 
  • Plastic Ziplock/Egg Cartons/Koran. 
  • Media Tanam. 
  • Bibit Tulip 
PROSES PEMBIBITAN 

Untuk bibit tulip perlu dilakukan yang namanya Cold Treatment atau periode pendinginan saat masih bibit, jadi bungkuslah bibit tulip tersebut dalam Koran, plastic ziplock atau karton telur ( egg cartons ), lalu masukkan ke dalam kulkas dengan suhu 2 derajat celcius sampai 17 derajat celcius. Anda juga dapat hanya memasukkan bibit tulip ke dalam wadah ember atau lainnya yang berisi air anda kemudian diletakkan di kulkas. 

Untuk dingat bahwa tidak ada sayur atau buah di dalam kulkas tersebut karena dikhawatirkan akan membunuh bibit dengan gas etilen yang dikeluarkan sayur atau buah tersebut. Selama 1-2 minggu, bibit tulip siap untuk ditanam. 

PROSES MEDIA TANAM 

Untuk langkah selanjutnya anda dapat menyiapkan media tanam anda dalam pot, berikan lapisan bawah berupa kerikil kecil setebal 3 cm dan tengahnya campuran tanah topsoil, pupuk kompos, pasir dengan memiliki perbandingan 3 : 2 : 1 dan dengan tebal 25 cm. Lapisan atas media tanam berikan pasir kasar kira-kira setebal 1 cm. 

Tempat pot di letakkan dalam Green House dengan AC yang bersuhu 16 derajat celcius atau ke bawah. Dipastikan suhu di dalam stabil agar tanaman sulip dapat ditumbuhkan dengan maksimal, anda tidak memerlukan rumah kaca ini apabila tempat tinggal anda berada di daerah pegunungan dengan memiliki suhu yang cukup dingin. 

TAHAP PENANAMAN 

Apabila anda sudah mempersiapkan semuanya maka tahap berikutnya adalah penanaman. Letakkan satu kecambah pada tiap pot, dipastikan dalam menanam posisi kecambah dengan akar menghadap ke bawah dan calon tunas batangnya menghadap ke atas. 

PERAWATAN TANAMAN TULIP 

Siram benih setiap hari pada musim kemarau dan jangan lupa untuk menjaga agar terkena sinar matahari pada musim hujan. Begitu 3 minggu terlewati, maka benih akan tumbuh dan tunas dapat anda lihat. Dalam penyiraman lakukan secara rutin seperti biasanya. 

Dan dalam pemupukan jika sudah mencapai umur 1,5 bulan. Berikan pupuk kandang ayam atau pupuk NPK mutiara. Untuk diingat dalam pemberian pupuk harus bertahap, apabila menggunakan pupuk NPK cukup diberikan 2 sendok makan saja untuk setiap tanamannya. 

Setelah perawatan anda selama 8 bulan, tanaman tulip anda akan berbunga. Jika belum, anda dapat mempercepat proses pembungaan dengan memberikan sinar matahari pagi selama 1 jam berturut-turut. Pada bung akan mengalami mekar selama 3 minggu dan akhirnya mahkota bunga akan rontok. Jika sudah mencapai tahap ini segera lakukan pemotongan tulip anda. Sekarang bunga tulip tersebut sudah bisa untuk dijual atau diawetkan. 

Demikianlah artikel kali ini semoga dengan adanya artikel tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih 

Sabtu, 09 Maret 2019

Klasifikasi & Morfologi Rambutan

Klasifikasi & Morfologi Rambutan - Ranbutan merupakan buah yang tergolong unik terlihat sekilas dari bentuknya yang mirip memiliki “rambut-rambut” di bagian kulit buahnya. 



Menurut Prihatman (2000), rambutan termasuk tanaman tropis yang berasal dari Indonesia dan telah menyebar ke daerah beriklim tropis lainnya seperti Filipina, Malaysia dan negara-negara Amerika Latin. Pertumbuhan rambutan sangat dipengaruhi oleh iklim, terutama ketersediaan air dan suhu. Intensitas curah hujan berkisar antara 1.500 – 2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Suhu optimal bagi pertumbuhan rambutan adalah 25o C pada siang hari. Intensitas cahaya matahari sangat berperan penting, karena berkaitan 

erat dan mempengaruhi suhu lingkungan. 

  • Kingdom : Plantae 
  • Divisi : Magnoliophyta 
  • Kelas : Magnoliopsida 
  • Subkelas : Rosidae 
  • Ordo : Sapindales 
  • Famili : Sapindaceae 
  • Genus : Nephelium 
  • Spesies : Nephelium lappaceum

1. Buah rambutan 

Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki rambut di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga 

merah ketika masak atau ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi daging. Bagian buah yang dimakan, daging buah, sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas (rambutan ace atau ngelotok). 

Buah rambutan bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau dan menjadi kuning atau merah jika sudah masak. Dinding buah tebal. 

2. Biji buah 

Biji berbentuk ellips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. 

3. Pohon 

Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah. Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Desember hingga Maret, dikenal sebagai musim rambutan. 

Secara alami, pohon rambutan dapat mencapai ketinggian 25 meter atau lebih, namun bila di budidayakan pada umumnya hanya dapat mencapai ketinggian 5-9 meter. Habitus tanaman berbentuk seperti payung, dengan tajuk pohon antara 5 – 10 meter, dan memiliki sistem perakaran yang cukup dalam. 

Batang rambutan berkayu keras, berbentuk gilig, tumbuh tegak (kokoh), dan berwarna kecokelat-cokelatan sampai putih kecoklatan. Percabangan tumbuh secara horizontal, namun kadang-kadang sedikit miring ke arah atas. Daun rambutan berbentuk bulat panjang dengan ujung tumpul atau meruncing, dan pada umumnya berwarna hijau tua sampai hijau muda, tergantung varietasnya.