Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2019

Pengertian dan Sistem Tata Surya

Pengertian dan Sistem Tata Surya - Kita pasti sering memandangi langit di malam hari, karena memang begitu indahnya dan luasnya tata surya kita, namun tahukah Anda apa yang dimaksud dengan tata surya? Dalam tata surya sendiri ada yang dinamakan juga dengan sistem tata surya, langsung saja mari simak penjelasan berikut ini. 



tata surya sendiri adalah susunan benda-benda langit yang berputar mengelilingi matahari sebagai pusatnya.benda-benda langit tersebut terdiri dari 8 planet dengan orbit berbentuk menyerupai elips, ada juga komet, asteroid, meteroid, serta satelit alami. Planet-planet tersebut senantiasa akan terus mengelilingi matahari itu dikarenakan karena adanya pengaruh dari gaya gravitasi matahari. Di tata surya sendiri juga terdapat bintang yang biasa kita sebut matahari. 

Tata surya sendiri termasuk kedalam bagian alam semesta yang sangat luas, letak dari tata surya yaitu di dalam salah satu galaksi Dari sekian banyaknya galaxy yang ada di ruang angkasa, itu galaksi bima sakti atau milky way. Lalu bagaimana tata surya lahir? Banyak teori yang telah menjelaskan tentang asal muasal dari tata surya, seperti teori awan debu oleh von weizsaecker, atau ada juga teori nebula atau teori kabut oleh Immanuel kant. 

Berbicara mengenai sistem tata surya sendiri, sistem tata surya itu tersusun menjadi beberapa bagian yaitu matahari, 4 planet dalam, 4 planet luar, sabuk asteroid, serta di bagian paling luar terdapat sabuk kuiper. Dan dari 8 planet tersebut hanya 6 planet saja yang memiliki satelit alami dan 2 sisanya tidak mempunyai yaitu Venus dan Merkurius. 

Susunan dan Anggota Tata Surya 

· Bintang di Tata Surya 

Jadi bintang merupakan salah satu anggota dari tata surya yang cukup memiliki sifat istimewa karena bisa memancarkan cahayanya sendiri di dalam sistem tata surya, bintang sendiri di tata surya jumlahnya sangat lah banyak saking banyaknya kita tidak dapat bisa menghitung jumlah nya, dan salah satu bintang yang paling bermanfaat bagi manusia hingga saat ini adalah matahari. 

· Planet-Planet 

Berbeda dengan bintang sifat dari planet tidak bisa memancarkan cahaya sendiri, tetapi hanya merefleksikannya dari sinar matahari, jadi planet itu merupakan sebuah benda objek langit yang mempunyai orbit mengelilingi matahari. 

· Satelit di Tata Surya 

Jadi satelit merupakan anggota dari tata surya yang selalu mengitari planet, jadi semua asteroid akan mengelilingi matahari bersama dengan planet yang diputarinya, seperti halnya bumi dengan bulan keduanya bersamaan mengelilingi matahari. Satelit sendiri dibedakan menjadi dua bagian, yaitu satelit alami dan satelit buatan. 

· Asteroid di Tata Surya 

Asteroid yaitu sebuah benda astronomi yang berbentuk pecahan kecil dan beredar pada lintasan yang terletak diantara orbit planet mars dan Yupiter. 

· Komet 

Adapun komet, yaitu benda langit yang berukuran kecil, material penyusun komet terdiri dari sejumlah partikel-partikel bebatuan, kristal, es, dan gas. Tubuh komet sendiri terbagi kedalam tiga bagian yaitu bagian inti, koma, dan bagian paling belakang yaitu ekor. 

· Meteor/Meteroid 

Meteor adalah benda langit yang bergerak sangat cepat dan memiliki lintasan yang tidak teratur, kita mungkin sering mendengar dengan istilah bintang jatuh, sebenarnya itu adalah sebuah meteor yang bisa dilihat oleh manusia, itu saat di mana meteor bergerak bebas di tata surya dan tertarik oleh gaya gravitasi bumi. 

Nah itu saja untuk artikel kita kali ini semoga bermanfaat, jangan lupa share, terima kasih.

Kamis, 11 April 2019

Ciri – Ciri Dari Galaksi

Ciri – Ciri Dari Galaksi - Galaksi merupakan gugusan besar bintang – bintang dan juga planet beserta gas, debu, nebula, serta benda – benda langit lainnya yang mudah dikenali ataupun agak sulit untuk dilihat secara kasat mata. 



Kadang – kadang Galaksi dapat membentuk sebuah pulau yang berkelompok dengan di dalamnya berisikan ruang hampa jagat raya seperti banyak diuangkap oleh teori yang membahas hal – hal bersangkutan. Di bawah ini akan kami berikan Ciri Galaksi antara lain sebagai berikut : 

1. Galaksi mempunyai cahaya sendiri 

Berbeda halnya dengan gugusan planet yang memerlukan penyinaran dari matahari, nah untuk dapat menerima cahaya matahari, galaksi harus mampu mengeluarkan cahaya sendiri yang bukan berasal dari pantulan. Cahaya yang dimaksud adalah sinar Gamma merupakan salah satu senjata terbesar yang tersimpan di dalam gugusan galaksi dan bintang pada alam semesta. Sinar ini merupakan semburan ‘pulsar’ atau gugusan bintang maha besar yang sudah mati dan pernah meledak sehingga mengeluarkan / memancarkan sinar radiasi. Sinar radiasi inilah yang menyebabkan sebuah galaksi menjadi bersinar terang meskipun terhadap kondisi ‘black eye’ yang sehari – hari terlihat gelap. Sinar radiasi memberikan warna berbeda – beda untuk fungsi agar kondisi gelap terlihat lebih terang namun mata manusia tidak mampu melihatnya tanpa bantuan alat – alat khusus untuk ini. 

2. Jarak galaksi satu dengan lainnya saling berjauhan 

Antara galaksi satu dengan yang lainnya letaknya tidak saling berdekatan melainkan berjauhan dan merupakan salah satu ciri dari galaksi. Jarak yang berjauhan ini berfungsi untuk mengamankan kondisi galaksi satu dengan lainnya atau gugusan planet secara umum dalam tata surya di alam semesta. Karena hampir setiap hari dalam sebuah galaksi terjadi ledakan yang cukup besar menyebabkan meteorit, komet atau benda – benda langit lainnya yang letakkanya kebetulan berdekatan dan sama – sama menyimpan hawa panas serta gravitasi dan daya gerak sangat cepat menjadi mudah tersedot ke dalam ledakan galaksi, sehingga diatur jarak antara galaksi saling berjauhan. 

3. Galaksi lainnya yang sulit terlihat 

Galaksi – galaksi jenis ini biasanya berada di luar jalur Galaksi Bimasakti. Namun karena mempunyai ukuran yang terlalu kecil maka agak kesulitan untuk bisa dilihat dengan tanpa bantuan alat – alat teknologi tercanggih masa kini. 

4. Galaksi yang memiliki bentuk tertentu 

Galaksi – galaksi yang dimaksud adalah mempunyai bentuk yang berbeda – beda dan bersifat unik, antara lain : 

  • Galaksi Spiral 

Yang dimaksud dengan Galaksi Spiral adalah salah satu jenis galaksi yang terdiri atas lingkaran berupa pusaran bintang dan medium antar bintang di dalam satu garis tengah atau pusat dari galaksi yang terdiri atas gugusan bintang – bintang yang sudah berusia sangat tua. Bentuknya adalah menyerupai spiral yang memiliki lengan pada masing – masing sisinya. Pada klasifikasi menurut penjelasan dari Hubble, spiral galaksi yang dimaksud diberi daftar khusus dengan memakai kode S (Spiral) dan SB (Barred Spiral) tergantung dari bentuk lengan spiral lalu diikuti dengan huruf abjad yang menjelaskan secara singkat tentang tingkat kerapatan terhadap bentuk lengan masing – masing spiral dengan tonjolan pada pusat galaksi. 

  • Galaksi Elips 

Yang dimaksud dengan Galaksi Elips adalah galaksi yang mempunyai bentuk bundar hingga bentuk menyerupai bola pepat. Galaksi jenis ini banyak mengandung bahan materi yaitu bintang dengan anggotanya adalah bintang – bintang berusia tua. Salah satu contoh adalah galaksi yang berbentuk Elips merupakan jenis galaksi M87 atau galaksi Elips Raksasa dari rasi bintang Virgo. 

  • Galaksi Tak Beraturan 

Galaksi jenis ini tidak memiliki bentuk – bentuk yang khusus. Banyak memiliki materi berupa bintang yang trediri atas gas dan debu. Contoh galaksi yang dimaksud adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil. 

5. Galaksi yang mempunyai lubang hitam 

Apakah yang dimaksud dengan ‘black hole’ atau lubang hitam ? Merupakan salah satu gaya gravitasi dimana di dalamnya terdapat sebuah gaya yang cukup kuat menghalangi sehingga cahaya pun tidak mampu secara bebas menembus keluar masuk ke dalam gaya gravitasi yang dimaksud. Gravitasi ini ditekan ke dalam sebuah ruang kecil atau lubang hitam yang kadang – kadang terjadi saat bintang sedang dalam kondisi sekarat atau mendekati usia akhir dari masa hidup bintang tersebut. 

Demikian artikel ini kami persiapkan untuk dapat dimanfaatkan agar bisa menambah wawasan tentang ciri galaksi bagi para pembaca. 

Minggu, 17 Februari 2019

Proses Terjadinya Badai Matahari

Proses Terjadinya Badai MatahariBadai matahari adalah proses terjadinya pelepasan energi magnetik karena adanya peningkatan suhu plasma matahari dan partikel lainnya yang terbentuk di atmosfer matahari. 


Pelepasan energi ini kemudian mengakibatkan ledakan dahsyat ke luar angkasa. Ledakan tersebut menyemburkan awan elektron, ion, dan atom melalui korona. Total energi yang dilepaskan selama terjadinya bada matahari setara dengan ledakan jutaan bom hidrogen. 

Sebelum membahas mengenai badai matahari secara lebih lanjut, perlu diketahui apa saja yang merupakan bagian dari matahari dan karakteristiknya. Berikut adalah bagian-bagian matahari: 
  • Inti Matahari, yaitu bagian paling dalam dari matahari dan bersuhu sekitar 15.000.000o C. 
  • Fotosfer, yaitu bagian matahari yang terlihat dari bumi karena dapat mengeluarkan cahaya yang sangat terang. 
  • Kromosfer, yaitu lapisan gas tipis pada atmosfer matahari yang berada pada kedalaman 2.000 km di atas fotosfer. 
  • Korona, yaitu lapisan terluar dari matahari dan memiliki massa jenis rendah serta temperatur yang tinggi. 
Badai matahari terjadi melalui beberapa tahapan proses. Saat matahari berada pada periode solar maksimum dan dalam keadaan aktif, plasma matahari mengalami peningkatan suhu hingga mencapai jutaan derajat celcius. 

Saat mencapai suhu tertentu, plasma matahari dapat meledak dan menyemburkan berbagai partikel seperti elektron, ion, dan proton. Kecepatan dari semburan partikel-partikel tersebut hampir mendekati kecepatan cahaya. 

Selain itu, pada periode solar maksimum bagian-bagian matahari dapat berotasi dengan kecepatan yang berbeda. 

Hal inilah yang menyebabkan garis bidang magnetik pada matahari menjadi kacau dan menimbulkan Lidah api Matahari (Solar Flare). Lidah Api Matahari ini sering terjadi bersamaan dengan luapan massa korona (Coronal Mass Ejection). 

Terakhir, adalah pembentukan kaki-kaki matahari yang terlihat seperti bintik hitam. Hal ini dikarenakan gaya magnet matahari berputar hingga terpelintir dan menembus permukaan matahari. 

Pada saat terjadinya badai matahari, terkadang terbentuk pula aurora langka berwarna merah. Aurora ini disebabkan oleh lontaran massa korona yang terlontar hingga menghantam magnethosphere bumi. 

Umumnya, badai matahari sendiri terjadi setiap sebelas tahun sekali dan merupakan bagian dari siklus hidup matahari.