Kamis, 12 Desember 2019

Fase-fase Meiosis

Fase-fase Meiosis - Pengertian Meiosis sangatlah mirip dengan mitosis. Hanya saja meiosis terdiri atas dua kelompok pembelahan yaitu meiosis I dan meiosis Ii. Dalam meiosis I kromosom homolog akan memasangkan dirinya pada lempeng metafase, kemudian berpindah ke kutub berlawanan. 



Sedangkan di meiosis II kromosom tersebar pada sepanjang lempeng metafase serta kromatid saudara saling terpisah. Berpindah pada kutub berlawanan pula. Sehingga meiosis II bersifat analog pada mitosis. 

Profase I 

Dimulai bersamaan profase pada mitosis. Nukleolus akan menghilang dan kromatid memadat guna berubah sebagai kromosom. Bahkan selaput inti terpecah serta aparatus gelendong akan terbentuk. Ketika kromosom memadat akan memiliki perilaku berbeda dibanding mitosis. 

Selama profase I ini kromosom juga saling berpasangan pada sebuah proses yang dikenal dengan sinapsis. Pasangan dari kromosom ini disebut tetrad atau bivalen. Selama sinapsis maka daerah yang berhubungan nantinya membentuk asosiasi dekat (kiasmata) di sepanjang kromatid tidak bersaudara. 

Kias mata merupakan tempat materi genetik ditukar dengan kelompok kromatid homolog tidak bersaudara (perpindahan silang). Hasilnya mater genetik kedua orang tua akan bercampur (rekombinasi genetik). 

Metafase I 

Pada fase ini pasangan kromosom homolog tersebar dalam seluruh lempeng metafase. Mikrotubula memanjang dari satu kutub dan menempel di kinetokori satu anggota tiap pasangan homolog. Dari mikrotubula kutub lain terhubung ke anggota kedua setiap pasangan homolog. 

Anafase I 

Anafase I ini terjadi saat homolog di dalam tetrad saling berpisah ketika ditarik ke kutub berlawanan.

Telofase I 

Kromosom sudah mencapai kutubnya masing-masing serta membran inti terbentuk di sekitarnya. Setiap kutub membentuk inti bari yang memiliki setengah jumlah kromosom, namun tiap kromosom mengandung dua buah kromatid. Sel yang terbentuk menjadi haploid karena inti anak hanya dapat memiliki setengah jumlah kromosom. 

Sitokinesis 

Terjadi dan membentuk 2 sel anak. Interfase secara singkat bisa terjadi setelahnya, tetapi tidak akan terjadi replikasi kromosom. Bahkan bagian kedua meiosis dimulai di kedua inti anak. 

Profase II 
  • Selaput inti menghilang. 
  • Gelendong terbentuk. 
Tidak ada kiasmata maupun perpindahan silang material genetik seperti halnya pada profase I. 

Metafase II 

Kromosom akan saling berbaris satu persatu di lempeng metafase. Dimana setiap satu baris kromosom terjadi seperti halnya mitosis. Kecuali jika sekarang ini hanya memiliki setengah dari jumlah kromosom. 

Anafase II 

Dimulai saat komosom ditarik menjadi dua kromatid oleh mikrotubula di aparatus gelendong. Untuk kromatid (kromosom) akan berpindah ke kutubnya masing-masing. Ini sama halnya dengan apa yang terjadi dalam mitosis, kecuali jika saat ini hanya ada setengah kromosom. 

Telofase II 

Selaput inti akan kembali muncul di setiap kutub dan sitokinsis terjadi. Untuk hasil akhir meiosis ini merupakan empat sel haploid. Setiap sel akan mengandung setengah jumlah kromosom, adapun dari setiap kromosom terdiri dari satu kromatid. 

Proses akhir meiosis dengan 4 sel anak 

Meiosis akan berakhir dengan 4 sel anak haploid yang masing-massing memiliki setengah jumlah kromosom. Ini dikenal dengan gamet (sperma dan sel telur). Hasil penggabungan sperma dengan sel telur, pembuahan menghasilkan satu sel diploid yaitu sembilan bulan sebagai zigot. Zigot sel satu ini kemudian membelah sendiri secara mitosis guna menghasilkan embrio janin multiselular. Setelah 9 bulan akan menjadi bayi baru lahir. Oleh karena itu, setiap sepasang kromosom homolog di dalam zigot diploid akan mewakili ayah ataupun ibu.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.


EmoticonEmoticon